Hoax Warisan Iblis Jangan Diikuti

SEMARANG – Kegiatan Silaturahmi dan Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar Kodim 0733 BS Semarang dengan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se-Kota Semarang, berlangsung penuh antusias di Balai Sudirman, Makodim Semarang.


Kegiatan memasuki Triwulan kedua ini dihadiri Ketua Forum kerukunan Umat Beragama Kota Semarang HN Mustam Aji dan perwakilan MUI Kota Semarang Abdul Jamal.


Awalnya Kasdim Letkol Inf Rofiudin Hanafi memperkenalkan diri sebagai pejabat Kasdim baru di Kodim Semarang. Selanjutnya menekankan kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar menjadi leader pemersatu umat untuk meredam perpecahan.

“Jangan sampai kita mau diusik oleh ajakan-ajakan adu domba, apalagi mengikuti tawaran-tawaran ideologi yang hendak mengusik Pancasila. Yakinilah bahwa Pancasila itu sebagai ideologi yang sesuai dengan nilai dan karakter bangsa Indonesia, yang bila kita hayati dan amalkan pasti akan mampu menjadi kekuatan kita untuk hidup aman dan sejahtera”, ungkap Kasdim Semarang.


Abdul Jamal SPd I, perwakilan MUI Semarang mengungkapkan bahwa sekarang ini umat sedang disibukkan menghadapi arus informasi yang cukup deras sebagai tindak lanjut dari kemajuan jaman di bidang teknologi informasi.

“Semua berita mudah di akses dengan handphone melalui media sosial. Ironisnya tidak semua berita itu positif, ada banyak yang justru mengadu domba satu sama lain dan mengajak membenci satu sama lain. HOAX atau yang dikenal sebagai berita menyesatkan sudah ada sejak Allah menciptakan Adam & Hawa sebagai manusia pertama. Iblis menrupakan penebar HOAX, berita sesat yang mengajak Adam dan Hawa melanggar perintah Allah sehingga akhirnya dibuang dari surga dan hidup di bumi. Oleh karena itu HOAX merupakan warisan iblis yang harus dihindari dan jangan justru diikuti. Akan membahayakan seisi dunia nantinya”, ungkap Abdul Jamal.


Sementara Ketua FKUB Kota Semarang, HN Mustam Aji menghimbau kepada seluruh warga Semarang agar merapatkan barisan dan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Agama merupakan urusan manusia dengan Tuhannya. Kita punya cara-cara sendiri yang tidak bisa saling mengatur terkait keyakinan dan peribadatan. Mari kita hidup berdampingan untuk saling menghargai dan mengayomi. Jangan gunakan agama sebagai alat tunggangan politik. Apalagi menggunakan ayat Alquran untuk menjelek-jelekkan satu sama lain. Islam adalah rahmatan lil allamin, jadi Islam untuk kedamaian semua umat di dunia. Saya ingatkan seperti ini agar kita jangan sampai menjadi korban adu domba dan gesekan dengan umat lain seagama maupun lain agama menjelang momen Pilkada nanti”, ungkap HN Mustam Aji.


Komsos ini digelar menurut Kasdim 0733 BS Semarang Letkol Inf Rofiudin Hanafi untuk menyamakan persepsi antara Komando Teritorial Kodim 0733 BS Semarang dengan masyarakat Kota Semarang dalam upaya menciptakan iklim kondusif menjelang agenda Pesta Demokrasi Pemilukada Serentak dan Pemilu Presiden 2019.


“Para tokoh masyarakat dan tokoh agama ini mitra kami didalam cipta kondisi keamanan wilayah. Oleh karena itu peran mereka sangat penting di dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan dan pertahanan”, ungkap Kasdim 0733 BS Semarang, Letkol Inf Rafiudin Hanafi.(aln)