TNI Dirindukan Hadir Di Pesantren

Kapten Arh Sujono dihampiri banyak santri dari RA, MI, MTs hingga MA di Al Wathoniyyah Bugen Semarang usai upacara HUT kemerdekaan RI ke-73.

SEMARANG -Kehadiran TNI di tengah-tengah pesantren sangat dirindukan oleh masyarakat santri dan ulama. Hal ini terlihat pada peringatan HUT kemerdekaan RI di Pesantren dan Yayasan Al Wathoniyyah Desa Bugen Pedurungan Semarang.

Kehadiran Danramil 11 Pedurungan Kapten Arh Sujono sebagai Inspektur Upacara justru disambut meriah dan gembira para santri. Terlihat setelah turun dari podium memimpin upacara, tampak ratusan murid dari Rodlotul Atfal (TK), Madrasah Intida’iyah (SD), Madrasah Tsanawiyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA) yang menjadi peserta upacara berebut untuk berjabat tangan dan foto bersama pak tentara yang menenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU).


Ada sekitar 1.500 murid dan santri yang mengikuti upacara. mereka petugas upacara juga dilatih dan dibina oleh Babinsa serta anggota Koramil 11 Pedurungan, Kodim 0733 BS Semarang.


‘Kami terharu menyaksikan jiwa nasionalisme dan patriotisme murid dan santri sekolah berbasis pesantren ini. Mereka memekikkan keras-keras semangat membela tanah air Indonesia dan siap mempertahankan ideologi Pancasila sebagai kekuatan NKRI”, ungkap Kapten Arh Sujono.


Ketua Yayasan Al Wathoniyyah KH Ubaidillah Shodaqoh mengungkapkan bahwa Al Wathoniyyah artinya kebangsaan, oleh karena itu pendidikan yang ada di lembaga pendidikannya tidak lepas dari pendidikan karakter kebangsaan Indonesia.


Sedangkan, Marzuki salah satu orang tua santri yang juga jebolan pesantren tersebut mengatakan baru kali ini upacara dipimpin oleh bapak tentara dari Koramil. Kondisi demikian menurutnya surprise mengingat pesantren di Bugen di jaman perjuangan merebut kemerdekaan RI adalah basis pejuang laskar santri dan TKR atau BKR. Karena itulah kawasan Bugen pernah dibom Belanda dan banyak korban dari laskar-laskar pesantren dan anggota TKR/BKR.

“Makamnya ada di belakang pesantren ini yang dikenal dengan makam Syuhada. Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang ikut perang melawan Belanda”, ujar Marzuki.


Sementara di Kecamatan Semarang Selatan juga digelar upacara peringatan Kemerdekaan RI Ke-73 dan menampilkan inspektur upacara Danramil 13 Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM. Di hadapan peserta upacara, Danramil 13 menekankan pentingnya semangat persatuan dan kesatuan untuk melandasi semangat mengisi kemerdekaan.

“Kita harus sadar bahwa bangsa Indonesia yang kaya raya ini sedang menjadi incaran banyak pihak, terutama negara-negara asing yang tergiur oleh kekayaan yang kita miliki. Oleh karena itu kita harus menjaganya dengan semangat persatuan agar tidak mudah dipecah belah kekuatan asing yang ingin kita lengah dan lemah. Kita juga harus giat bekerja dan pandai mengelola bangsa ini, agat tidak mudah jatuh ke tangan asing, sebab seluruh kekayaan bangsa ini adalah sebuah karunia untuk anak cucu kita ke depan. Marilah kita isi kemerdekaan ini dengan menjalin persatuan dan kesatuan. Jangan mudah kita terprovokasi oleh kepentingan yang menghendaki kita ribut dan rusuh terus”, tegas Mayor Inf Rahmatullah.


Terpisah Dandim 0733 BS Semarang Kolonel Inf M Taufiq Zega membenarkan para Danramilnya banyak diminta sebagai inspektur upacara pada peringatan di wilayah Kecamatan dan wilayahnya. “Pada peringatan HUT Kemerdekaan kali ini sangat luar biasa. Prajurit kami pun tak sempat istirahat karena mendapat banyak undangan dari semalam tasyakuran di wilayah dan pagi ini upacara. Dari sini kami menilai semangat nasionalis kebangsaan warga makin tumbuh akan menjadi pondasi pemersatu bagi setiap komponen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita nasional”, ungkap Taufiq Zega.(aln)